Jumat, 02 Juni 2017

5 Manfaat Kesehatan yang Bisa Didapat Dengan Sering Bertelanjang

Salah satu manfaat telanjang adalah bikin Anda jadi percaya diri dengan tubuh yang Anda miliki. Sebuah survei di Inggris menemukan banyak manfaat yang bisa didapat oleh orang-orang yang menghabiskan banyak waktu bertelanjang bulat sehari-harinya. Tentu saja di rumah, ya. Bukan di tempat umum. Yuk, simak beberapa manfaat telanjang untuk kebaikan diri.

1. Lebih nyaman dengan tubuh sendiri

Manfaat telanjang yang pertama ini, lebih banyak dikaitkan oleh wanita yaitu dengan kondisi dan bentuk tubuh. Banyak wanita yang kurang percaya diri dengan tubuhnya, terutama bagi yang sudah memiliki anak atau memiliki ukuran berat badan di atas rata-rata normal
Tapi ketika Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk bertelanjang, hal tersebut akan memaksa Anda untuk menghadapi kenyataan bahwa tubuh Anda adalah milik Anda. Tidak ada yang perlu dirasa untuk malu. Lama-kelamaan Anda akan terbiasa dan lebih menghargai tubuh yang Anda miliki.

2. Tidur jadi lebih nyenyak

Tidak jarang kalau tidur sambil bertelanjang badan memang nyaman dilakukan bagi sebagian orang. Telanjang juga punya dampak baik bagi kualitas tidur Anda. Dengan bertelanjang, tubuh akan membakar lemak dan meningkatkan metabolisme tubuh. Sehingga selama bertelanjang, tubuh akan menyingkirkan racun dan mengembalikan sel-sel rusak dalam tubuh saat tidur secara maksimal, tidur pun jadi lebih nyenyak.

3. Jadi lebih bahagia

Semua aktivitas yang manusia lakukan saat ini, banyak yang mendorong jauh dari sifat alamiah. Bertelanjang badan pun nyatanya sebuah sifat alami manusia yang lama-kelamaan terlupakan begitu saja. Padahal Journal of Happiness Study menyatakan kalau kebahagiaan manusia bisa didapat dari hal-hal yang sifatnya alamiah, termasuk telanjang. Dengan telanjang, sesorang bisa menghabiskan waktu dengan tubuhnya, meningkatkan citra serta harga diri, dan bahkan mendapat kepuasan hidup.

4. Meningkatkan sistem kekebalan imun tubuh

Tubuh yang sering bertelanjang di bawah paparan sinar matahari akan bermanfaat untuk meningkatkan kadar vitamin D di tubuh Anda. Vitamin D berhubungan langsung dengan sistem kekebalan tubuh Anda. Bila tubuh kurang mendapat vitamin D yang cukup, maka bisa dipastikan bahwa kekebalan tubuh akan menurun pula. Biasanya vitamin D bisa menangkal virus seperti demam dan flu.
Jika Anda ingin memperoleh vitamin D secara mudah, baiknya sering-seringlah terpapar sinar matahari pagi sambil bertelanjang di balkon atau di halaman pribadi rumah Anda. Tapi hati-hati, pastikan dulu tempat Anda berjemur bisa melindungi privasi dan tidak ada yang bisa mengintip.

5. Lebih intim dengan pasangan

Manfaat telanjang akan lebih terasa efeknya bagi Anda yang telah berpasangan. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa ada ikatan yang muncul karena adanya hormon oksitosin yang keluar ketika Anda bertelanjang badan. Ketika Anda tidak mengenakan satu helai pun pakaian di tubuh, hal itu bisa menimbulkan keintiman yang mendalam antara Anda dan pasangan.

Kamis, 01 Juni 2017

Benarkah Timun Suri hanya ada Di bulan Ramadhan

Banyak orang yang bertanya-tanya, mengapa buah timun suri hanya ada di bulan Ramadan, tidak di bulan-bulan lainnya?
Nah, bisa jadi ini alasannya lho.
Sejatinya, timun suri tidak tergantung pada musim tertentu untuk berbuah.
Kendati begitu, buah tersebut menjadi buah musiman khususnya bagi warga di sekitar Ibu Kota Jakarta.
Namun, memang tidak ada rekaman sejarah yang jelas mengenai musim tanam timun suri.
Yang terang, tanaman ini dibudidayakan setiap saat seperti melon, semangka dan timun di pesisir barat Pulau Jawa.
Nah, wilayah itu, penanaman timun suri tidak mengenal musim.
Asumsi yang muncul adalah sudah menjadi kebiasaan permintaan akan konsumsi buah timun suri melonjak pada Ramadan.
Sementara, di bulan-bulan lainnya, permintaan timun suri sepi.
Atas alasan inilah para petani berspekulasi untuk berlomba-lomba menanam buah timun suri menjelang Ramadan.
Jadi sebenarnya timun suri banyak dijual di bulan Ramadan karena petani berbondong-bondong menanam buah tersebut.
Maklum, buah yang sedap sebagai santapan berbuka puasa itu sendiri tidak memiliki musim khusus untuk tumbuh.
Kandungan 'dahsyat' timun suri
Meski menyandang nama “timun”, tetapi timun suri berbeda dengan mentimun meski bentuk buahnya juga memanjang layaknya timun sayur.
Timun suri secara sitologi (susunan dan fungsi sel) juga morfologi (bentuk luar dan susunan makhluk hidup) sangat berbeda dengan timun sayur.
Ini terlihat jelas dari bentuk daunnya, ukuran biji, dan rasa.
Buah ini lebih dekat ke melon dan blewah.
Timun suri tidak termasuk dalam keluarga timun-timunan, tapi justru masuk ke dalam keluarga labu-labuan (Cucubitceae) seperti melon, semangka, dan blewah.
Petani mengenal timun suri sebagai tanaman yang bandel.
Meskipun hamanya seperti hama pada timun, tapi timun suri jarang menyerah dalam menghadapi hama-hama tersebut.
Buah timun suri ini bermanfaat dalam mencegah timbulnya kanker saluran pencernaan.
Timun suri kaya akan provitamin A, berfungsi menjaga kesehatan mata dan sebagai antioksidan alami yang melawan radikal bebas penyebab penuaan dini.
Tingginya vitamin C dalam timun suri berfungsi sebagai anti-virus dan pencegah infeksi.
Selain vitamin, mineral esensial seperti kalsium, fosfor, dan zat besi juga terdapat di dalam timun suri.
Kandungan airnya yang hingga 90 persen, menyebabkan timun suri memiliki efek diuretik, dapat memperlancar buang air kecil serta menetralkan dan membuang racun.
Dengan rutin mengonsumsi buah timun suri, racun akan dikeluarkan melalui urine.
Secara klinis, timun suri mengandung glukosa dan fruktosa, yang mudah mudah dicerna oleh tubuh.
Karena itu, banyak orang merasa lebih nyaman berbuka puasa dengan timun suri sebab lebih cepat memulihkan energi setelah seharian berpuasa dan tidak mendapatkan asupan gizi.
Mengonsumsi buah ini sebaiknya saat perut kosong, lalu beri jeda jika ingin mengonsumsi makanan berat lainnya agar penyerapan gizi lebih sempurna.

Jika dikonsumsi setelah makanan berat seperti nasi dan lauk pauk bisa menyebabkan fermentasi dalam perut yang membuat kita merasa sebah.
Untuk diabetesi sebaiknya berhati-hati mengonsumsi buah ini karena kandungan gula didalamnya termasuk jenis monosakarida.Kandungan gula tersebut dapat dengan cepat menaikkan kadar gula darah, yang ini justru membahayakan para penderita diabetes.